Minggu, 05 April 2009

PEMILU 2009 : GOLPUT BERARTI MENYERAH

Sejarah pasti terulang kembali. Sejarah bagaikan putaran roda yang sewaktu-waktu akan terulang kembali dengan objek fenomena yang berbeda. Saat ini di Indonesia sedang warna-warni kehidupannya. Ada yang sedang sibuk mencari pekerjaan, ada yang sedang bingung karena usahanya terkena imbas krisis global, ada yang sedang menyerukan penghijauan (Selamatkan Bumi) akibat global warming dan yang paling warna-warni karena akan diselenggarakan Pemilihan Umum (PEMILU) yang ke 10 pada tanggal 10 April 2009. PEMILU saat ini berbeda sekali dengan PEMILU masa Orde Baru.

Perbedaan PEMILU Orde Baru dan PEMILU Reformasi :

PEMILU Orde Baru :

1. Dilaksanakan hanya sekali untuk memilih partai, hanya ada 3 partai (PDI, Golkar dan PPP) dan pasti Golkar sebagai jawara PEMILU dengan mengusung presiden Soeharto pada SU MPR.

2. Tidak adanya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif secara langsung

3. Semboyan PEMILU yaitu LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia)

PEMILU Reformasi :

1. Dilaksanakan dengan 2 hingga 3 tahapan (1 tahapan untuk memilih partai/anggota legislatif dan 2 tahapan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden) dengan jumlah partai mencapai 24 Parpol (PEMILU 2004) dan 34 Parpol (PEMILU 2009)

2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif secara langsung oleh rakyat

3. Semboyan PEMILU yaitu LUBER dan JURDIL (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta Jujur dan Adil)

Kembali ke Fenomena PEMILU 2004, Partai Politik yang ikut meramaikan PEMILU ada sekitar 24 Parpol. Beberapa Parpol besar yang menguasai beberapa propinsi diantaranya Partai Golkar, PDIP, PKB, PKS, PAN,PPP, Demokrat. Dari partai-partai besar tersebut setelah pemilihan legislatif beramai-ramai mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden, diantaranya :

1. H. Wiranto, SH – Ir. H. Salahuddin Wahid

2. Hj. Megawati Soekarnoputri – H. Hasyim Muzadi

3. Prof. DR. HM. Amien Rais – Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo

4. H. Susilo Bambang Yuhdoyono – Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla

5. Dr. H. Hamzah Haz – H. Agum Gumelar, M.Sc

Pada putaran pertama pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ada dua pasangan calon yang lolos diantaranya :

1. Hj. Megawati Soekarnoputri – H. Hasyim Muzadi, dengan perolehan suara 26,61%

2. H. Susilo Bambang Yudhoyono – Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, dengan perolehan suara 33,51%

Akhirnya pada putaran kedua Presiden dan Wakil Presiden terpilih H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) dengan perolehan suara 60,62%.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih akhirnya menjabat hingga akhir masa jabatan 2009 dengan hasil kinerja yang beragam dari penilaian banyak kalangan baik politisi, pengusaha maupun rakyat, bahkan isu terakhir menjelang PEMILU 2009 Presiden SBY dan Wakil Presiden JK sedang tidak singkron dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab negara.

PEMILU tahun 2009 mengalami banyak perubahan seperti tata cara men-CONTRENG (bukan coblos), Nama-nama calon Legislatif sesuai daerah pilihan (DAPIL), serta peraturan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baik dari kalangan Parpol maupun calon independen. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, masyarakat luas (terutama masyarakat awam) menganggap PEMILU hanya akan membuat banyak uang negara dan sebaiknya untuk membantu rakyat miskin (mengurangi jumlah rakyat miskin dan jumlah pengangguran). Bahkan saya sempat mendengar dari beberapa tetangga bahwa “ngapain repot-repot mikirin PEMILU toh nantinya pemerintahnya sama saja dengan yang sebelumnya alias tidak peduli dengan rakyat kecil, jadi lebih baik GOLPUT”. Apakah GOLPUT pilihan paling tepat saat ini??

Komisi pemilihan Umum (KPU) Pusat sejak awal merumuskan draft-draft PEMILU dimana semboyan LUBER dan JURDIL benar-benar terlaksana, salah satunya dengan memilih calon wakil rakyat (Anggota Legislatif) secara langsung bukan terserah partai dengan menggunakan sistem No. Urut. Pada dasarnya CALEG yang memiliki NO. Urut paling atas yaitu CALEG yang memiliki uang paling besar dan kekuasaan pada PARPOL tersebut yang paling tinggi. Saat ini kita dapat memilih CALEG sendiri walau berada pada No. Urut paling bawah.

Saran saya sebelum masyarakat memilih calon Wakil Rakyat (CALEG) sebaiknya pertimbangkan hal-hal di bawah ini :

1. Pilih CALEG yang tidak banyak janji yang terlalu berlebihan (hanya omong kosong)

2. Jangan Pilih CALEG yang baru kita kenal (Politisi karbitan), contohnya artis dan pegusaha maupun praktisi.

3. Jangan pilih CALEG yang sudah melakukan kesalahan pada masa sebelumnya (Wakil Rakyat yang ikut CALEG lagi) atau yang sedang terkena kasus hukum, misalnya korupsi

4. Pilih CALEG yang kita kenal dan kita paham akan kinerja mereka terutama di daerah kita tinggal.

5. Pilih CALEG yang memiliki hati Nurani tinggi, apalagi dari kalangan orang-orang yang mengerti ajaran agama

So silahkan sekarang anda pikirkan lebih baik GOLPUT atau pilih CALEG yang benar-benar berkompeten memperjuangkan nasib rakyat dan negara??Saya yakin dari sekian banyak CALEG masih banyak CALEG yang memiliki kriteria diatas. Pilih CALEG saja nasib rakyat dan negara belum jelas apalagi GOLPUT, so lebih baik Ikhtiar (berusaha) daripada Cuma Tawwakal (menyerahkan semua pada Yang Maha Kuasa). Mari kita rame-rame kibarkan bendera dan yel-yel anti GOLPUT. Mari kita sukseskan PEMILU 2009 dengan memilih Wakil Rakyat yang terbaik bagi Bangsa dan Negara. GOLPUT = MENYERAH.

TEMPAT PALING DAMAI DI BUMI

Seorang anak muda dengan raut muka suram mendatangi Dr. Norman Vincent Peale, penulis Best Seller “ The Power of Positive Thinking”. Dengan putus asa dan bercampur marah dia menarik baju Dr. Peale. Mulailah dialog antara dia dan Dr. Peale

Anak Muda : Mr. Peale tolong Saya, Saya sedang menghadapi masalah besar dan ini terlalu besar bagi Saya

Dr. Peale : Saya tidak memiliki waktu banyak saat ini, tetapi Saya dapat menunjukkan kepada Anda tempat di mana banyak orang tidak memiliki masalah sedikit pun

Dengan raut muka penuh semangat,

Anak Muda : Apabila Anda dapat mengantarkan Saya ke tempat tersebut maka Saya akan memberikan segala sesuatu yang Anda inginkan

Dr. Peale : Mungkin Anda tidak tertarik untuk pergi ke sana, jaraknya hanya sekitar 2 blok dari sini

Sambil mengantar anak muda ke tempat yang di tuju, mereka berhenti di depan sebuah kuburan umum di kota New York

Dr. Peale : Di sana terbaring lebih dari 150.000 orang yang sudah tidak memiliki masalah lagi dalam hidup ini

Ajaran sederhana Dr. Peale sungguh mengena, selama kita masih hidup di dunia ini, kita akan di bombardir oleh masalah-masalah yang kompleks. Bersyukurlah, hal ini menandakan bahwa anda masih hidup. Satu-satunya tempat dimana kita sudah tidak memiliki masalah adalah KUBURAN. Ingatlah, masalah yang anda hadapi dan semua orang hadapi di dunia ini diperuntukkan untuk mengubah mereka yang biasa-biasa menjadi luar biasa, namun sekali lagi semua itu sekali lagi tergandung pada cara pandang anda terhadap masalah anda. Mari kita mengingat kembali perjuangan sang kupu-kupu pada saat masih menjadi kepompong. Butuh berhari-hari untuk membuka sarang kepompong dan pada akhirnya menjadi kupu-kupu yang sangat indah sekali.

ALLAH MEMBERIKAN MASALAH KITA SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA UNTUK MENGHADAPI MASALAH TERSEBUT. SELALU MENGINGAT ALLAH AKAN LEBIH BAIK. AMIEN………………..